KUNINGAN (MARKA) - Satuan karya keluarga berencana atau Saka Kencana dimana dalam kegiatan ini banyak hal yg dilakukan para remaja, sal...
KUNINGAN (MARKA) - Satuan karya keluarga berencana atau Saka Kencana dimana dalam kegiatan ini banyak hal yg dilakukan para remaja, salah satunya bagaimana mereka diajarkan menjadi aktifis dalam program Keluarga Berencana (KB), khususnya di generasi berencana (Genre)". Kegiatan ini digelar di Hutan Bungkirit Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Senin (30/09/2019)
Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas para kader remaja, sehingga nantinya mereka menjadi lebih produktif dan berprilaku yang positif, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungannya. Sehingga dapat mengurangi kekhawatiran terhadap penyimpangan prilaku sebagai akibat pengaruh dari teknologi informasi dan media sosial.
Kepala DPPKB Kabupaten Kuningan Dra. Hj. Poppy N Puspitasari mengatakan gerakan pramuka hakikatnya membentuk karakter, punya integritas, dan skill. Dihararapkan melalui kegiatan ini dapat memberi pendidikan dan pengetahuan serta pembinaan, pemahaman para remaja dalam menyikapi masalah triad KRR (Nikah Dini, Seks Bebas dan Napza).
Satuan karya pramuka Keluarga Berencana (Saka Kencana) merupakan salah satu dari 11 saka yang diakui secara nasional dalam gerakan kepramukaan.
Dalam Saka Kencana sendiri terdapat 5 (lima) krida, yang memberikan pemahaman dan pendalaman pengetahuan khususnya terkait dengan Keluarga Berencana, keluarga sejahtera dan pengembangan kependudukan.
“Kelima krida tersebut adalah krida kependudukan, krida kesehatan reproduksi, krida ketahanan dan kesejahteraan keluarga, krida generasi berencana serta komunikasi informasi dan edukasi” ungkapnya.
Kegiatan Saka Kencana tersebut lebih memfokuskan pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, rohani, jasmani, bakat, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan yang bersangkutan dan dijalankan sebanyak mungkin secara praktek dengan menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.
Saat ini Saka Kencana cabang Kuningan terus berbenah melalui proses pembinaan dan pendidikan kepramukaan. khususnya di bidang kependudukan seperti kegiatan saka kencana saat ini.
Perkembangan dunia yang kian mengglobal, menjadikan perubahan-perubahan besar terhadap perilaku remaja, namun perubahan tersebut ada yang mengarah pada kegiatan negatif.
Masalah remaja yang timbul biasanya berkaitan dengan masalah seksualitas (Hamil di Luar Nikah, Menikah Usia Dini, Aborsi), Aids, penyalahgunaan napza dan sebagainya. Rdalam kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan serta diberikan informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi, untuk menata masa depan yang lebih baik dengan meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan remaja itu sendiri.
Menjalani kehidupan remaja yang jauh dari perilaku buruk tersebut diatas tentulah membutuhkan perhatian kita semua, remaja tidak bisa berjalan sendirian tanpa pendampingan orang tua, masyarakat lingkungan serta.
“Semoga remaja yang hadir pada hari ini bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang kegiatan genre melalui saka kencana ini, saya mengharapkan para mitra kerja dapat membina secara aktif para remaja yang ada dibawah binaanya masing-masing. Disdalduk KB kedepan akan mengintensifkan kegiatan genre, salah satunya yaitu dengan membina dan mengaktifkan Saka Kencana,” pungkasnya. (DS)